Bugarnya Lansia di Jepang

Sudah merasa pegal linu di usia tiga puluhan? Hmm, kayaknya kita harus banyak belajar sama orang-orang lanjut usia (lansia) di Jepang. Di sini kita bisa melihat para kakek (ojiisan) dan nenek (obaasan) bebas jalan-jalan: sepedaan, naik turun bis, naik gunung, ngobrol di kereta, dsb.  Memang, sih, angka lansia di sini tinggi banget, sekitar 1 dari 4 penduduk Jepang adalah penduduk di atas 65 tahun, atau sekitar 31,85 juta orang. Tapi mereka sehat gembira!

Sumber:https://c1.staticflickr.com/3/2369/2397802249_fd3a09fd44_z.jpg?zz=1

Guru (sensei) Bahasa Jepang saya, Miyatake Michiko, misalnya. Usianya boleh hampir 70 tahun. Tapi dia masih aktif dalam berbagai kegiatan di YWCA (Young Women Christrian Association). Hampir setiap hari Miyatake sensei datang ke YWCA. Entah mengajar bahasa Jepang, masak buat di kantin, atau rapat bahas anggaran organisasi. Katanya dia malah pusing kalau seharian di rumah, ketemu suaminya yang sudah pensiun, hehehe.

Nggak cuma di tempat les saya, saya kira banyak banget kursus Bahasa Jepang di seantero negeri yang diajar relawan lansia. Mereka punya banyak waktu dan justru ingin banyak kegiatan untuk mengisinya.

Nah, yang menarik lagi, murid-murid kelas Bahasa Inggris saya. Kalau dilihat sekilas, ya, nggak ada yang menarik. Orang tua aja gitu. Eh, begitu diminta cerita soal masa mudanya, ketahuan, deh, kerennya. Ada yang masih lajang sampai usia 70-an sekarang, ternyata dulu dia perancang busana terkenal. Ada nenek yang ceriwis banget kalau cerita soal cucu-cucunya di Amerika, eh, ternyata dia mantan anggota DPRD Kota Kyoto selama beberapa periode dari Partai Komunis. Ada pasangan suami istri yang selalu mesra kalau datang les, ternyata mereka sudah menikah lebih dari 50 tahun, dulu suaminya seorang insinyur teknik kimia dan istrinya ibu rumah tangga.

Aih, pengen ya, punya masa tua yang bahagia, Kira-kira apa rahasianya? Kalau kata para lansia itu, sih, ya harus senang aja suasana hati kita. Kumpul sama teman, keluarga. Terus badan harus tetap aktif, kalau bisa rajin olah raga.

Ah, sebenarnya nggak perlu jauh-jauh ke Jepang, sih. Lihat orang tua atau kakek-nenek kita, deh. Alhamdulillah, ayah saya masih sehat, sampai bisa jalan-jalan ke Jepang di usianya yang ke-62 tahun. Yang lebih hebat, kakek-nenek saya yang Jawa banget itu, usianya sudah 80-an dan masih bisa jalan-jalan keliling Jawa berduaan.

Hmm, moga-moga kita juga bisa, ya! 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s