Surat Pengaduan Anak di Jepang

“Nanti aku laporkan ke Komnas (Perlindungan) Anak, lho!”

Kalimat itu pernah terlontar dari mulut Ayal, 9 tahun, anak pertama kami. Dulu, waktu doi masih labil dan orang tuanya suka marah-marah. 😛

Nah, beberapa hari lalu Ayal pulang sekolah dengan gembira. “Bun, di sini aku bisa nulis surat langsung ke Komnas Anak, lho!” katanya sambil melambai-lambaikan beberapa lembar kertas.

“Heh, jadi ntar kalau dimarahin lagi mau lapor gitu?” kataku melotot.

Ayal nyengir aja. “Ya nggak lah, Bun. Kan Ibun gak pernah melakukan kekerasan sama aku,” rayunya.

Dasar, pikirku.

Ayal menjelaskan panjang lebar, kalau anak bisa mengirim surat itu kalau mengalami kekerasan dari keluarganya atau ijime (bullying) oleh temannya. Ibun cuma bisa manggut-manggut.

Tadi malam, tak sengaja aku mendapati Ayal menulis surat untuk “Komnas Anak” ala Jepang itu.

“”Eh, Mbak Ayal nulis apa? Nglaporin Ibun, ya?” tanyaku, suudzon.

“Rahasia!” malah nyengir doi.

Haduh. Moga-moga jangan ngelaporin ibunya deh.
image

image

(aul)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s