Jidai Matsuri, Hebohnya Parade Budaya di Jepang

Nyinyir sama pesta, kirab, festival, karnaval, atau event budaya? Dianggap pemborosan dan kesia-siaan belaka?

Oke, sebagai mastah di bidang bersantai ria (master of science in leisure studies – pamer dikit), saya bagi dulu apa efek kegiatan budaya (cultural event) secara akademis.

Event dianggap sebagai katalis bagi munculnya berbagai kegiatan lain, seperti investasi di sektor infrastruktur, bisnis pariwisata, dan pemasaran suatu destinasi. Jadi event memang menimbulkan bermacam efek untuk masyarakat, di bidang sosial, budaya, pemasaran, infrastruktur, lingkungan, organisasi, ekonomi, dan pariwisata (Larson, 2004). Masih ada lagi, menurut supervisor saya di Universitas Tilburg, cultural events telah menjadi inti proses pembangunan dan revitalisasi perkotaaan, sebagaimana produksi budaya jadi bagian penting ekonomi perkotaan, dan konsumsi budaya dapat mendominasi citra sebuah tempat dan kehidupan perkotaan secara umum (Richards and Palmer, 2010).

Hmm, pusing, ya, baca kutipan jurnal ilmiah? Sama, saya juga. Makanya, jauh-jauh, deh, PhD. 😛

Kalau begitu, langsung lihat contohnya, yuk. Karena saya lagi nggak di Jakarta untuk lihat pesta rakyat presiden baru, kita coba bedah festival budaya di Kyoto, Jepang. Kebetulan besok, 22 Oktober, bakal ada Jidai Matsuri, satu dari tiga festival terbesar di Kyoto, selain Aoi Matsuri dan Gion Matsuri.

Menilik sejarahnya, Jidai Matsuri (Festival Zaman) diadakan pertama kali tahun 1895, bersamaan dengan berdirinya Kuil Heian, untuk memperingati Kyoto yang telah 1100 tahun jadi ibukota Jepang. Sebenarnya, sih, festival ini buat pelipur lara masyarakat Kyoto biar nggak sedih-sedih amat setelah ibukota Jepang dipindah dari Kyoto ke Tokyo pada jaman itu. Biar mereka teuteup bangga gitu loh, nguwongke. #tafsirbebas

Rute festival ini dari Istana Kaisar (the Imperial Palace/Gosho) melewati jalan-jalan besar di Kyoto, hingga berakhir di Kuil Heian. Jadi ingat, ya, kalau 22 Oktober kebetulan lagi mampir ke Kyoto, jangan harap transportasi lancar. Soalnya jalan pada ditutup dan rameeeeeeee banget sama orang. Emang niat mau nonton festivalnya? Datang pagi-pagi, ya, bo, kalau nggak gitu nggak kebagian tempat buat nonton, apalagi motret. Tahun lalu, kami nongkrong di Gosho dari jam 9 pagi, padahal acara mulai jam 12 siang. Kalau sebuah kota penuh sama turis begini, menurut lo, yang untung secara ekonomi siapa? Pada pintar-pintar buat jawab, dong, ah. 😉 Warga lokal gimana? Wah, jangan tanya, sampai ada sekolah diliburkan biar muridnya nonton festival ini.

14149967836_b18838550a_o

14149965676_4092eee14c_o

Lalu, apa yang istimewa dari Jidai Matsuri? Parade kostum bersejarah Jepang, dari berbagai zaman, plus kostum tokoh-tokohnya. Sekitar 2000 warga Kyoto berpartisipasi dalam parade selama dua jam, membentuk barisan hingga lima kilometer. Oh ya, sebagian dari mereka ini relawan, lho, nggak dibayar. Sebagian yang lain kerja sambilan aja. Hmm, terbukti kan bahwa event itu bikin kompak warga? 😉

Fashion show, eh, parade dimulai dari rombongan gadis cantik yang membawa spanduk dan diikuti oleh para pejabat Kyoto naik kereta kencana (sounds familiar :P).

13986491347_7c8daa7af1_o

13986486638_dba0a7fdb1_o

14149959426_60ffd4dbf5_o

Dilanjut dengan kostum dari jaman Meiji, Edo, Muromachi, hingga Heian (urutan masa mundur ke belakang). Ada juga kostum tokoh Jepang Sakamoto Ryoma dan Oda Nobunaga. Anak-anak juga berpartisipasi dengan memakai beragam kostum. Parade ditutup dengan inti acara, ritual agama Shinto, yang mana peserta mengusung mikoshi (kuil yang digotong-gotong). Gimana nggak soleh tuh (bagi mereka :P).

13986412180_5b22960b00_o 13986418997_72e3b9594c_o 13986437607_9397dd2ddd_o 13986467280_efacaf91e7_o  14149941226_315f0de3a2_o 14149927236_841fb11a54_o 14149902096_d27b3c3d0d_o 14149893166_7b77037d57_o     14169796201_78abafd3b6_o 14193195303_1ffe0f4b31_o 14193193513_c9d1810b70_o 14173055495_04507eb15d_o 14170426112_7a66ff6d83_o 14170385732_81d3b56b55_o

Hehe, kebanyakan analisa ya. Nikmati aja, deh, foto-fotonya. Oh ini dia, ada juga videonya, parade sambil bermusik.


Mau nonton Jidai Matsuri bareng besok? Ayo! 😉

(aul)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s