Panduan Buang Sampah di Jepun

Waktu saya tiba di Kyoto, saya akhirnya menyewa apato yang ditinggalkan oleh seorang sahabat yang akan pulang ke Indonesia. Sahabat tersebut juga menyerahkan isi apato dengan lengkap: sofa, karpet, kasur, lemari, meja, kursi, kulkas sampai sendok dan garpu.

Baik? ya tentu saja. Saya tak mesti kerepotan, apalagi tinggal di Jepun bersama keluarga yang tentunya butuh perabotan tak sedikit.

Namun ada alasan lain. Membuang sampah di Jepun tidak mudah.

Ya, sampah harian dibuang dengan mekanisme yang ketat. Burnable waste (kertas, sampah dapur, dll) di tempat saya hanya boleh di buang di hari selasa dan jum’at dalam kantong plastik khusus berwarna kuning. Kantong plastik bisa dibeli di toko atau kombini (minimarket). Jadi iuran sampahnya adalah biaya pembelian plastik kuning tersebut. Sementara recycle waste seperti plastik dan botol  mesti ditempatkan di plastik bening khusus yang juga dibeli, namun dengan harga lebih murah. Ini mendidik masyarakat untuk membuang dan memilah sampah dengan lebih cermat dan baik.

Nah, bagaimana untuk membuang barang-barang besar atau barang elektronik?

Lebih ribet tentunya, dan biayanya lebih mahal.

Buang Microwave 400 yen

Buang Kotatsu 400 yen

Buang Tape dan Speaker 400 yen

Buang Kasur 2000 yen

Buang komputer bekas 1000 yen

Nah kalau buang banyak barang satu mobil pick up 5000 yen2014-08-05 05.55.16-2

Perhatikan brosur di bawah ini, inilah daftar harga lengkap untuk buang sampah tersebut.

Mohon jangan bertanya, kalau jin buang anak bayar berapa ya? he he

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s