Menonton Gozan no Okuribi dari Atap Apato

Gozan no Okuribi adalah salah satu perayaan traditional paling penting di Kyoto. Diadakan setiap 16 Agustus 2014 setiap tahunnya, Gozan no Okuribi merupakan puncak dari rangkaian Festival Obon. Obon sendiri adalah tradisi menghormati arwah leluhur yang turun dari langit, selama kurang lebih tiga hari. Gozan artinya lima gunung, okuribi berarti menuntun arwah leluhur yang sedang di bumi, agar kembali ke langit. Perayaan ini juga dipercaya untuk melindungi kita dari kejahatan. Ada beberapa versi asal-usul Gozan no Okuribi. Yang jelas, festival ini lekat di hati warga Kyoto sejak dahulu kala, konon sejak abad ke-13.

Pada tanggal 16 Agustus 2014 pukul 20.15, api unggun raksasa di lima gunung yang mengelilingi Kyoto dibakar. Api unggun raksasa itu berbentuk huruf kanji. Huruf kanji tersebut adalah “Dai”, “Hidari Dai”, dan “Myou-hou”. Dua lainnya berbentuk kapal (“Funagata”) dan gerbang kuil Shinto (“Toriigata”).

Biasanya berates-ratus turis berkumpul di tepi sungai Kamogawa untuk menonton kanji “Dai” yang menyala-nyala terbakar api. Tahun lalu pun keluarga kami menonton di tepi delta Kamogawa. Ngetek tempat dari siang, untuk menonton atraksi yang tak sampai 30 menit. Belum lagi pulangnya kami menghadapi antrian untuk keluar dari area Kamogawa. But, well, it was fun

Nah, tahun ini kami memutuskan menonton dari atap apato (apartemen) kami. Biar lebih ramai, kami mengundang beberapa teman dekat sambil makan-makan. Biar nggak kalah sama tetangga sebelah, pasangan kakek-nenek yang dikunjungi anak cucunya. Memang Obon ini kayak lebaran aja.

Ternyata keputusan kami tepat. Karena hujan seharian, air sungai Kamogawa meluap. Akibatnya orang-orang dilarang menonton dari tepi sungai. Kabarnya, sih, mereka memenuhi jalan-jalan di area Hyakumanben.

Ini sekilas hasil foto-foto Gozan no Okuribi dari atap apato kami. Lengkap dengan tiang jemuran sebagai pemeran pembantu, hehe. Wah, lebih seru daripada nonton di Kamogawa! Tahun  lalu kami hanya melihat kanji “Dai” di sebelah timur. Nah, sekarang kami bisa melihat kapal yang konon membawa para arwah kembali ke langit. Dadah, sampai jumpa tahun depan (kalau kami masih di sini)! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s