Bergaul dengan Penduduk Lokal

Ketika menginjakkan kaki di Kyoto tanggal 2 November 2012, saya bertekad berbaur dengan penduduk lokal. Prinsipnya, “not only the place, but also the people”.

Karena itu, buat modal utama, saya niat banget belajar Bahasa Jepang. Sampai ambil kursus di dua tempat bo (YWCA dan Kokoka), belum termasuk yang kelas relawan (volunteer class) yang hampir tiap hari di Kokoka itu. にほんごわむずかしくて、おもしろいです。Meskipun sampai sekarang nggak lancar-lancar juga, sih, hehehe.

Syukurlah, sepertinya takdir menuntun sesuai keinginan. Dimulai dengan pertemuan nggak sengaja dengan Fumie Kawasaki bulan November tahun lalu di taman kompleks Imperial Palace. Ternyata dia dulu kuliahnya bahasa Indonesia. So coincidence, eh? Dia ngasih buku panduan buat orang tua warga asing di Kyoto (berguna banget). Dia juga ngenalin kegiatan Multilingual Playgroup yang diadakan tiap bulan di Hokkori Heart Demachiyanagi. Organisasinya, JAFORE, juga banyak membantu saya nyari TK-nya Ilham. Ya buta banget lah waktu itu akyu. 😀

Sejak saat itu, saya kenal Megumi Nishi, Ketua JAFORE, yang ternyata anaknya satu kelas sama Ilham. Terus Miki Okamoto, yang membuka jalan aku ngajar bahasa Indonesia. Dan banyak lagi, Asuka Eguchi, Yoko, Miho, Mine, etc.
Beberapa kali saya diminta ngisi acara di Multilingual Playgroup. Mulai dari baca cerita bahasa Indonesia sampai presentasi tentang TK di Indonesia. Senang lah pokoknya. たのしかった。^_^

Saya juga pernah diminta sama Megumi buat ngisi “lecture” di rumah komunitas di Shijo Karasuma. Jadilah saya presentasi tentang Indonesia dan pengalaman sebagai orang asing di Kyoto. Presentasinya lancar banget, alhamdulillah. Audience-nya sih dikit, cuma lima mama dan anaknya, tapi mereka antusias. Jadi ini ternyata acaranya Kyoto City Council Committee bidang foreigner relations gitu, yang mana si Megumi itu salah satu anggota komitenya. Nah, aku itu ceritanya ngisi “lecture” untuk warga lokal Kyoto, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendatang asing. Jadi ini orang Jepang beneran yang nggak bisa bahasa Inggris gitu. But overall, it was fun. Omoshirokatta. Dapet duit pula, hoho.

Oh ya, update tulisan lama, nih. Yang terakhir saya diajak presentasi di Nagaokakyo, pinggiran Kyoto. Ini fotonya:
image

Pernah juga diajak main ke butik salah satu teman, Honami san. Rencananya dia pengen bikin hijab dari bahan kimono gitu. Menyambut turis muslim ceritanya. Jadi dia banyak nanya-nanya soal hijab.

Update lagi, ah. Hijab ala Jepang ini sudah mulai dijual. Kemarin saya ikutan nongkrong di bazaar yang diadakan JICA di Stasiun Kyoto. Sambil ngumpul sama ibu-ibu, hehe, kayak sosialita aja, hahaha.
image

Kadang-kadang dapat rejeki ngajar bahasa Indonesia juga. Ngajarnya bentar, makan-makannya bisa dari siang sampai sore. Dasar ibu-ibu, hehe.


Yah, semoga bergaulnya bermanfaat aja, deh, aamiiin. Paling banyak, sih, ditanya soal tempat-tempat indah di Indonesia dan soal Islam. CIncai, lah, kalau ngobrol begitu.  😀

Oh ya, ini anak-anak waktu ikut Summer Camp Koko Kids di Kokoka, link beritanya di sini

Screenshot 2014-08-29 14.29.01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s