Kyoto International Manga Museum

Siapa tak kenal “manga” atau komik Jepang? Nggak usah disebutin satu-satu namanya, pasti sudah pada ngeh. Favorit saya, sih, shoujou manga (komik buat anak perempuan) bikinan Yu Asagiri, terus Candy-Candy, Topeng Kaca, dsb. Ya, standar waktu Japanese (Pop) Invasion masuk ke Indonesia tahun 1990-an lah, hehe. Oya, yang agak ‘baru’ tentu saja Nodame Cantabile (Chiaki Senpaiiii! :D).


Meskipun bukan otaku (sebutan buat para pecinta manga atau anime), yang pertama kali terlintas waktu mau tinggal di Kyoto: Pengen ke Kyoto International Manga Museum! Dan memang selain Imperial Palace, tempat pertama yang kami kunjungi waktu baru pertama ke Kyoto, November 2012, ya Museum Manga itu. Sampai sekarang, sudah lebih dari lima kali kami datang ke sini. Anak-anak, terutama Ayal, doyan banget kalau ke Museum Manga. Bukannya nunggu diajak, dia yang minta. Nggak tahu apa, tiketnya mahal? Hehe.

14170259821_67fee27994_o

Oya, Tiket masuk museum 800 yen per orang dewasa, 300 yen untuk anak SMP/SMA, dan 100 yen untuk anak SD. Lumayan mahal dibanding Museum Kyoto yang cuma 500 yen misalnya. Barangkali karena museum ini dikelola bukan hanya oleh pemerintah (Kyoto City), tapi kemitraan dengan salah satu universitas swasta, Kyoto Seika University. Biar nggak rugi, yuk kita nongkrong dari mulai buka jam 10 pagi sampai tutup jam 6 petang (kayak bisa baca aja :D).

Dan, memang kami sekeluarga terbengong-bengong melihat sekitar 50.000 manga yang tersebar di tiga lantai museum! Woooow, mana yang bisa dibaca duluan? Sayangnya, saudara-saudara, manga-nya dalam bahasa Jepang. Jadi kita bengong aja dulu, ya. Eh, tapi masih teuteup usaha, ding, nyari Topeng Kaca seri terakhir. 😀

Di lantai 1 ada Manga Expo, tempat manga dari seluruh dunia dipamerkan. Nah, ini pojok favorit Ayal, soalnya dia bisa baca Doraemon atau Miiko dalam Bahasa Indonesia. J Terus ada pojok dimana kita bisa latihan menggambar manga. Itu tempat favorit Ilham. Jalan lagi, masih di lantai 1, ada bagian khusus anak-anak. Nah, ini favorit Abah, soalnya bisa ngecengin mama-mama Jepang yang jagain anaknya. 😀 Ngomong, ngomong, Children’s Library di sini desainnya unik, lho. Lihat fotonya, deh, anak-anak suka banget baca buku sambil tidur-tiduran di situ.

Kalau cuaca lagi bersahabat, enaknya baca komiknya di luar. Nih, kayak gini (foto). Maklum, museum ini bekas gedung Sekolah Dasar Negeri Tatsuike, jadi wajar kalau punya halaman yang luas.

Di lantai 2 terdapat “jantungnya” Museum Manga. Di dinding menempel laci-laci yang dipenuhi manga. Kalau shoujo (komik buat cowok) banyak di lantai 1, nah di lantai 2 ini surga buat cewek-cewek penggemar shounen. Cari aja segala serial cantik di situ, asal bisa bacanya. Saya sih tetap usaha baca karyanya Asagiri sensei,

Hayuk, yang mau ke Kyoto, mampir kemari yuk! Pasti Ayal dan Ilham semangat menemani!

Peta Kyoto International Manga Museum

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s