Mendaki Daimonji

“Bun, lihat itu kanji Ouki!” kata Ilham, bersemangat, sambil menunjuk ke arah gunung Daimonji. Hampir setiap hari aku mengantarnya sekolah, dia selalu menunjuk-tunjuk huruf kanji “Ou(ki)” atau “Dai” yang artinya “besar” itu. Sekolah Ilham di Outou Youchien memang ke arah timur dimana gunung Daimonji berada.

Suatu hari saat menjemput Ilham di TK, aku mendengar Megumi Nishi dan Saoping, keduanya ibu teman Ilham, sedang berbincang seru. Ternyata mereka berdua baru saja ngobrol tentang pertemuan tak sengaja mereka di puncak gunung Daimonji, tepat di pusat huruf kanji Dai. Jadi akhir pekan kemarinnya, mereka dengan keluarga kecil masing-masing, jalan-jalan ke gunung Daimonji. Alangkah kagetnya ketika mereka bertemu di puncak gunungnya. Aku yang mendengarkan mereka berdua ngobrol jadi ikut antusias. Aku nggak menyangka kalau kanji Dai itu bisa digapai. Aku kira tinggi banget gitu, Maksudnya harus dicapai pendaki gunung profesional. Jadilah aku banyak tanya ke Mama Keita dan Mama Haoshi tentang cara mencapai kanji Ooki di gunung Daimonji. Hmm, kalau mereka yang masih bawa bayi saja bisa naik ke sana, kenapa Hamid, Inc (hehe) tidak? Ting. Hehe.

Jadilah aku memprovokasi Ilham, Ayal, dan tentu saja Abah Hamid untuk pergi ke Daimonji akhir pekan ini. Ilham, tentu saja sangat antusias. Sudah cita-citanya gitu loh, menyentuh itu kanji. Ayal, hmm, dia paling malas olahraga, apalagi naik gunung. Jadi Ayal pasang tampang oon aja. Abah, dengan dahi berkerut, seakan bertanya, kok tumben istrinya mau naik gunung. Ya, habisnya ke museum atau galeri ngeluarin duit sih, Bah, sedangkan ini gratisan, hoho. Akhirnya, dengan keputusan sepihak Ibun, Hamid, Inc. siap mendaki gunung Daimonji. Nah, malam Sabtunya, Mama Haoshi menelponku. Ternyata dia menawari untuk pergi bareng. Kebetulan keluarganya juga mau ke sana lagi dan Haoshi ingin pergi bareng Ilham. Aku tentu saja senang. Lha belum sempet browsing gimana kesananya je, mengandalkan info dari Mama Keita dan Mama Haoshi aja. Begitu aku woro-woro ke Hamid, Inc., Ilham pastinya yang paling gembira. Gimana enggak, pergi ke Kanji Ooki bersama sahabat. Omoshiroi. Ayal, yaaah, merengut-rengut gitu lah, mau nolak dia tahu nggak bakal digubris Ibun, hehe. Nah, Abah ini yang agak malas pergi sama keluarga lain. Maunya sama keluarga sendiri saja. Mungkin karena Abah takut ketahuan belangnya, hehe. Untung saja pagi harinya Abah mau ikut ke Daimonji. Tibalah pagi hari saat kami akan menuju Daimonji. Ilham yang paling bersemangat, mulai dari sholat Subuh sampai sarapan sampai ganti baju sampai siapkan bekal minum, dia lakukan dengan cepat. Ayal, ya, begitulah. Untunglah dia menurut (dengan syarat beli chicken karaage, hmmm). Abah juga membantu menyiapkan anak-anak saat Ibun menyiapkan bekal makan siang (oh ideal hahahaha).

Janjian di taman dekat sekolah Ilham dengan keluarga Haoshi, kami semua bersepeda menuju Ginkakuji, the Silver Pavillion. Lho, kok ke Ginkakuji? Ya, titik paling mudah menuju puncak Daimonji ya dari kawasan Warisan Budaya Dunia itu. Dari rumah kami di daerah Tanaka Okubocho, sebenarnya tidak jauh ke Ginkakuji, paling 15-20 menit bersepeda. Cuma medannya itu ya lumayan, terutama buat Ayal, soalnya menanjak. Ya iya, kan arah gunung.
Nah, begitu sampai gerbang Ginkakuji, kami turun dari sepeda dan belok kiri. Ikuti jalan terus sampai ketemu parkiran sepeda. Dari situ, kami jalan kaki menuju puncak Daimonji.
Wah, medannya ternyata lumayan, ya. Bagi kami yang bukan pendaki gunung professional, lumayan ngos-ngosan. Baru separuh jalan saja, si Abah setengah pingsan. Sampai-sampai keluarga Haoshi khawatir. Hmm, mungkin itu sebabnya Abah nggak mau pergi bareng keluarga lain, biar gak malu-maluin, haha…. *peace, Bah*

2013-05-25101811
Tapi tanpa kenal putus asa, kami lanjutkan meniti jalan setapak yang lebarnya tak lebih dari satu meter. Pinggir jalan dibatasi pagar bambu, buat pegangan, dan agar tak terperosok ke jurang. Biar tak terlalu licin, tanah di sepanjang jalan juga ditaburi batu-batu sedang. Untungnya, kami terhibur dengan pemandangan hijau di kiri kanan kami. Ya, pohon-pohon beriringan melindungi kami dari sinar matahari yang terik siang itu.
Ilham otomatis menyanyi, lagu ciptaan A.T. Mahmud, “Kita daki gunung, dengan hati senang, ayo kawan capai puncaknya, hayo.” Kadang-kadang, Ilham menggandengku. Di lain waktu, dia mesra dengan Haoshi. Kalau Ayal sih setia sama Abah, kan Abah yang bawa makanan, hehe.
Kurang lebih setengah jam perjalanan, kami menjumpai tanah yang agak datar. Mama Haoshi menawarkan dua pilihan rute. Yang ke kiri lebih landai tapi agak jauh. Yang ke kanan lebih dekat tapi terjal. Kami meimilih rute yang pertama.
Aha, yang dibilang lebih landai juga tetap saja melelahkan. Bentuknya semacam anak tangga yang tersusun rapi. Ilham masih semangat, Ayal setia dengan Abah, dan Abah berjuang terus. Setelah kurang lebih 20 menit, akhirnya kami sampai juga di puncak! Yeah, akhirnya!

2013-05-25101407 2013-05-25101151
Ehm, ternyata dataran ramai yang kami temukan bukanlah puncak. Tapi itu semacam “pusat” si kanji. Ah, tak apa-apa, lah, toh kata mama Haoshi, di puncak nggak ada apa-apa.

2013-05-25114305
Nah, di “pusat” kanji ini, ada kuil kecil. Banyak orang berdoa di sana. Ternyata juga, si kanji Ooki itu terdiri dari ratusan tungku. Nah, di musim gugur, tungku inilah yang dibakar sehingga seperti si kanji terbakar. Upacara ini dinamakan Gozan No Okuribi.
Tapi yang paling mencengangkan dari sini adalah pemandangan kota Kyoto. Rewarding! Sugoi! Kami sibuk mencari-cari mana sungai Kamo, mana Gosho, mana sekolah Ayal, dsb. Ah, keren!


Kami makan siang di (hampir) puncak gunung Daimonji. Ya, sambil menikmati pemandangan Kyoto, dong. Setelah itu, kami turun gunung dan makan es krim dekat Ginkakuji.
Semoga bisa balik lagi, ya! ^_^

Kyoto, Mei? 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s